KAMPUS UTAMA STIQ AN-NUR LEMPUING OKI

Kampus utama STIQ AN-NUR lEMPUING OKI di Jalan Lintas Timur Desa Tebing Suluh Kecamatan Lempuing Kabuupaten OKI Sumatera Selatan

DIRJEN PENDIS DAN KETUA STIQ AN-NUR LEMPUING OKI

Pertemuan Ketua STIQ AN-NUR LEMPUING OKI dan dirjen Pendis Di Jakarta.

DIRJEN PENDIS DAN KETUA STIQ AN-NUR lEMPUING OKI

Serah Terima SK Operasional STIQ AN-NUR LEMPUING OKI dari Dirjen Diktis Ke Ketua STIQ AN-NUR lEMPUING OKI di Jakarta.

PIMPINAN STIQ AN-NUR LEMPUING OKI

Sebelah Kiri Ketua, Pembantu Ketua I, Pembantu Ketua II dan Pembantu Ketua III.

PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Penerimaan Mahasiswa Baru STIQ AN-Nur Lempuing OKI Tahun Akademik 2016/2017.

Showing posts with label metode penelitian. Show all posts
Showing posts with label metode penelitian. Show all posts

Teknik Pengumpulan Data Penelitian 2016

Secara tradisional terdapat jurang antara penelitian kualitatif dan kuantitatif, dimana masing-masing memiliki paradigma berbeda. perbedaan tersebut sebaiknya diterapkan pada tiingkat metode, proses pengumpulan data, bentuk dan catatan analisis data. setiap data hanya dapat dikumpulkan dengan alat yang cocok atau sesuai. suatu jenis alat mempunyai ciri ketepatgunaan serta kehasilgunaan dalam mengumul data yang diperlukan.

Tidak semua jenis alat penelitian dapat menggali seluruh data yang diperlukan. oleh karena itu, perlu pertimbangan untuk memodifikasi alat tersebut, sehingga data yang diperlukan dapat terhimpun.pertimbangan yang diperlukan dalam menentukan jenis alat yang digunakan terutama mengenai segi validitas dan realibilitas alat yang bersangkutan. dalam penelitian kualitatif peneliti sekaligus berperan selaku instrumen penelitian. 

dalam proses pengumpulan data, peneliti benar-benar mampu berinteraksi dengan obyek sasaran penelitian. keberhasilan penelitian sangat tergantung dari data lapangan maka ketepatan, ketelitian dan keluwesan pencatatan informasi yang diamati dilapangan amat penting artinya. pencatatan data lapangan yang tidak cermat akan merugikan peneliti dan akan menyulitkan dalam analisis untuk menarik kesimpulan. sedangkan penelitian kuantitatif lebih difokuskan untuk menguji teori-teori yang telah ada dengan menggunakan data statistik.

Teknik Pengumpulan Data Observasi
yaitu teknik memperoleh data dengan cara terjun langsung ke tempat yang menjadi tempat penelitian untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan. teknik ini untuk mengkaji situasi sosial yang dijadikan objek penelitian Guba dan lincoln yang dikutip Faisal (1995) menegaskan observasi lapangan merupakan salah satu alat yang utama.
Wawancara
menurut Moleong (1997) wawancara adalah yang mengatakan hubungan antara pewawancara dengan informan yang akan diwawancarai haruslah terjadi dalam suasana yang wajar dan biasa, sedangkan pernyataan dan jawaban yang terjadi seperti pembicaraan biasa. Kemudian informasi informasi yang diperoleh diolah dan dikonfirmasikan, melalui tahap trianglusi dengan bebagai pihak yang lebih mengetahui dan menguasai aspek-aspek yang diteliti. hal ini guna memeperoleh masukan mengenai kesahihan data tersebut.
Dokumen
studi dokumentasi adalah kegiatan mengumpulkan data melalui dokumen-dokumen yang ada atau dimiliki objek yang diteliti. studi dokumentasi dalam penelitian ini dperlukan terutama untuk kebutuhan tahap eksplorasi dan juga untuk mengungkapkan data yang bersifat administratif dan data-data kegiatan-ekgiatan yang bersifat dokumentasi.

Angket
Angket menurut Nasution (2002) adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadi atau hal-hal yang diketahui. angket digunakan untuk mendapat keterangan dari sampel atau sumber yang beraneka ragam yang lokasinya sering tersebar di daerah yang luas. angket dapat dibagi dua yaitu angket tertutup dan angket terbuka. 

jenis angket tertutup terdiri atas pertanyaan atau pernyataan dengan sejumlah jawaban yang paling sesuai dengan pendiriannya. sedangkan jenis angket terbuka memberikan kesempatan penuh kepada responden untuk menjawabnya. peneliti hanya memberikan sejumlah pertanyaan.

Teknik Pengukuran
Alat pengumpul data yang bersifat kuantitatif adalah teknik pengukuran. alat pengukurannya adalah tes, yakni seperangkat rangsangan yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka. persyaratan utamanya adalah validitas atau realibitas. jenis tes yaitu tes lisan dan tes tertulis.

Sekian Tulisan yang sederhana ini semoga memberi manfaat, silahkan baca artikel lain tentang metode penelitian jangan lupa komentarnya untuk saran dan kritik.

Cara Merumuskan Kajian Pustaka Yang Benar

Kajian Pustaka adalah proses melakukan penyelidikan, penelaahan terhadap satu tulisan, karangan, buku mengenai suatu bidang tertentu. ataupun topik, gejala kejadian. menurut para ahli kajian pustaka adalah kegiatan mendalami, mencermati, menelaah dan mengidentifikasi pengetahuan.  kegiatan ini dilakukan terhadap buku-buku, jurnal, laporan periodik, buletin, majalah, laporan penelitian, sirklar, leaflet, annual review dan sebagainya.

secara teknis kajian pustaka harus memuat beberapa konsep, teori, model penelitian dan perkembangannya dalam ilmu yang bersangkutan. sebaliknya rumusan tersebut bersifat kronologis dan mencakup seluruh aspek yang terdapat dalam penelitian-penelitian dimaksud. dengan kajian pustaka peneliti dapat mengetahui posisi penelitian yang direncakan dalam konteks penelitian-penelitian tentang masalah-masalah atau lingkungan bidang ilmunya.

Kegunaan dari kajian pustaka adalah :
  1. Menambah dan memperluas wawasan baik yang berkaitan dengan permasalahan atau tidak.
  2. untuk mendapatkan informasi lebih jauh dan telah berkembang dalam ilmu pengetahuan.
  3. agar dapat menerapkan metode penelitian yang tepat guna keperluan operasional lapangan dalam penganalisaan.
  4. sebagai bahan masukan dalam membuat kesimpulan peluisan terakhir, sehingga dapat digeneralisasikan dalam pemakaiannya.
Langkah-langkah merumuskan kajian pustaka yaitu : pertama yang harus dilakukan adalah menganalisis terhadap pertanyaan masalah. setelah itu mencari dan membaca buku-buku skunder yang bersifat umum dilanjutkan kepada sumber primer yang relevan berupa hasil-hasil penelitian terdahulu. kedua diteruskan dengan kegiatan pemilihan isi bahan pustaka dan penelaahan terhadap isi tersebut terutama menyangkut konsep, teori, dan metodologi. hal-hal yang dipandang penting dicatat pada lembaran tersendiri dan akhirnya dikelompokkan sesuai rumusan masalah. 

perbedaan kajian pustaka dan kerangka berfikir adalah : uraian dalam tinjauan pustaka dijadikan rujukan dalam pemusatan kerangka berfikir. rumusan dalam tinjauan pustaka sepenuhnya digali dari bahan yang ditulis oleh para ahli di bidang ilmu yang berhubungan dengan penelitian. sedangkan dalam rumusan kerangka berpikir sepenuhnya menjadi miliki peneliti dengan mempertimbangkan pandangan atau informasi yang dirumuskan dalam tinjauan pustaka, kemudian dijadikan rujukan dalam kegiiatan penelitian yang akan dilaksanakan. 


demikian uraian sedikit tentang kajian pustaka yang digunakan untuk penulisan karya ilmiah semoga memberi manfaat kepada pembaca.

Cara Uji Validitas Realibilitas dan Obyektivitas dalam Penelitian Ilmiah

Uji keabsahan data dalam penelitian, sering hanya ditekankan pada uji validitas dan reliabilitas. Dalam penelitian kuantitatif, kriteria utama terhadap data hasil penelitian adalah, valid, reliabel dan obyektif. Validitas merupakan derajad ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti.


Dengan demikian data yang valid adalah data "yang tidak berbeda" antar data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian.Kalau dalam obyek penelitian terdapat warna merah, maka peneliti akan melaporkan warna merah. Bila peneliti membuat laporan yang tidak sesuai dengan apa yang terjadi pada obyek, maka data tersebut dapat dinyatakan tidak valid. Terdapat dua macam validitas penelitian, yaitu validitas internal dan validitas eksternal.

Validitas internal berkenaan dengan derajad akurasi desain penelitian dengan hasil yang dicapai. Kalau dalam desain penelitian dirancang untuk meneliti etos kerja pegawai, maka data yang diperoleh seharusnya adalah data yang akurat tentang etos kerja pegawai.  Penelitian menjadi tidak valid, apabila yang ditemukan adalah motivasi kerja pegawai. Validitas ekstemal berkenaan dengan derajad akurasi apakah hasil penelitian dapat digeneralisasikan atau diterapkan pada populasi di mana sampel tersebut diambil

RELIABILITAS
Susan Stainback (1988) menyatakan "reliability is often defined as the consistency and stability of data or findings. From a positivistic perspective, reliability typically is considered to be synonymous with the consistency of data produced by observations made by different researchers (e.g interrater reliability), by the same researcher at different times (e.g test retest), or by splitting a data set in two parts (split-half)" Reliabilitas berkenaan dengan derajad konsistensi dan stabilitas data atau temuan.

Dalam pandangan positivistik (kuantitatif), Suatu data dinyatakan reliabel apabila dua atau lebih peneliti dalam obyek yang sama menghasilkan data yang sama, atau peneliti yang sama dalam waktu berbeda menghasilkan data yang sama, atau sekelompok data bila dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak berbeda. 

Kalau peneliti satu menemukan dalam obyek berwarna merah, maka peneliti yang lain juga demikian. Kalau seorang peneliti dalam obyek kemarin menemukan data berwarna merah, maka sekarang atau besok akan tetap berwarna merah. Karena reliabilitas berkenaan dengan derajad konsistensi, maka bila ada peneliti lain mengulangi atau mereplikasi dalam penelitian pada obyek yang sama dengan metode yang sama maka akan rnenghasilkan data yang sama. Suatu data yang reliabel atau konsisten akan cenderung valid, walaupun belum tentu valid.

OBYEKTIVITAS
Obyektivitas berkenaan dengan "derajad kesepakatan" atau "interpersonal agreement" antar banyak orang terhadap suatu data. Bila dari 100 orang, terdapat 99 orang menyatakan bahwa terdapat warna merah dalam obyek penelitian itu, sedangkan yang satu orang menyatakan warna lain, maka data tersebut adalah data yang obyektif. Data yang obyektif akan cenderung valid, walaupun belum tentu valid.

Dapat terjadi suatu data yang disepakati banyak orang belum tentu valid, tetapi yang disepakati sedikit orang malah lebih valid. Contoh: terdapat 99 orang rnenyatakan bahwa A bukan pencuri (obyektif), dan satu orang menyatakan bahwa A adalah pencuri (subyektif). Ternyata yang betul adalah pernyataan satu orang, karena yang 99 orang tersebut teman-teman dari si A yang sama-sama pencuri, sehingga menyatakan si A bukan pencuri.

Dalam penelitian kuantitatif, untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel yang diuji validitas dan reliabilitasnya adalah instrumen penelitiannya, sedangkan dalam penelitian kualitatif yang diuji adalah datanya. Oleh karena itu Susan Stainback (1988) menyatakan bahwa penelitian kuantitatif lebih menekankan pada aspek reliabilitas, sedangkan penelitian kualitatif lebih pada aspek validitas.

Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Tetapi perlu diketahui bahwa kebenaran realitas data menurut penelitian kualitatif tidak bersifat tunggal, tetapi jamak dan tergantung pada konstruksi manusia, dibentuk dalam diri seorang sebagai hasil proses mental tiap individu dengan berbagai latar belakangnya.

Oleh karena itu bila terdapat 10 peneliti dengan latar belakang yang berbeda meneliti pada obyek yang sama, akan mendapatkan 10 temuan, dan semuanya dinyatakan valid, kalau apa yang ditemukan itu tidak berbeda dengan kenyataan sesungguhnya yang terjadi pada obyek yang diteliti. Dalam obyek yang sama peneliti yang berlatar belakang Pendidikan akan menemukan data yang berbeda dengan peneliti yang berlatar belakang Manajemen, Antropologi, Sosiologi, Kedokteran, Teknik dan sebagainya.

Pengertian reliabilitas dalam penelitian kuantitatif, sangat berbeda dengan reliabilitas dalam penelitian kualitatif. Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan paradigma dalam melihat realitas. Menurut penelitian kualitatif, suatu realitas itu bersifat majemuk/ganda, dinamis/selalu berubah, sehingga tidak ada yang konsisten, dan berulang seperti semula. Heraclites dalam Nasution (1988) menyatakan bahwa "kita tidak bisa dua kali masuk sungai yang sama" Air mengalir terus, waktu terus berubah, situasi senantiasa berubah dan demikian pula perilaku manusia yang terlibat dalam situasi sosial. 

Dengan demikian tidak ada suatu data yang tetap/konsisten/stabil. Selain itu, cara melaporkan penelitian bersifat ideosyncratic dan individualistik, selalu berbeda dari orang perorang. Tiap peneliti memberi laporan menurut bahasa dan jalan fikiran sendiri. Demikian dalam pengumpulan data, pencatatan hasil observasi dan wawancara terkandung unsur-unsur individualistik.

Proses penelitian sendiri selalu bersifat personalistik dan tidak ada dua peneliti akan menggunakan dua cara yang persis sama. Pengujian validitas dan reliabilitas Penelitian Kualitatif Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji (1) Credibility (validitas internal) (2) transferability (validitas eksternal) (3) ependability (reliabilitas), dan (4) Confirmability (obyektivitas).


Pernyataan dan Perumusan Hipotesisi Penelitian

Jika hipotesis itu merupakan pernyataan yang bersifat sementara tentang suatu hal, maka tampaknya mudah saja merumuskannya. namun untuk suatu hal penelitian yang mendalam dan prinsipal merumuskan hipotesis yang baik sangat sulit. sekalipun sudah ada kerangka teori yang jelas masih perlu pemikiran dan kemampuan untuk menemukan hipotesis yang relevan. 

selain itu harus dikuasai teknik penelitian agar dapat merumuskan hipotesis yang mengarahkan penelitian itu. tanpa hipotesis yang baik, jelas, dan dapat diuji berdasarkan data empiris, ada bahayanya penelitian itu ngawur, tak karuan arahnya karena tidak mempunyai fokus.

untuk menentukan hipotesis yang baik kita perlu mempertimbangkan petunjuk-petunjuk umum tertentu antara lain : 1) Hipotesis harus berhubungan dengan teori tertentu, 2) Hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data empiris, 3) hipotesis harus bersifat spesifik, 4) Sedapap mungkin hipotesis harus dikaitkan dengan teknik penelitian yang ada untuk mengujinya.

Hipotesis dapat dibedakan menurut tingkat abstraksinya dan menurut bentuknya. menurut tingkat abstraksinya :  Hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan-kesamaan dalam dunia empiris, hipotesis yang berkenaan dengan model ideal, dan hipotesis yang mencari hubungan antara sejumlah variabel. 

sedangkan menurut bentuknya hipotesis dapat dapat dibedakan menjadi : 
1) Hipotesis kerja yaitu hipotesis yang dianggap benar oleh peneliti, tetapi kebenaran itu masih harus dibuktikan. sementara ia harus dengan hipotesis itu. ada kemungkinan hipotesis itu mengalami perubahan sepanjang jalannya penelitian. 

2) Hipotesis null bahwa seorang peneliti harus menyangsikan kebenaran setiap pertanyaan sebelum terbukti secara empiris. salah satu cara untuk meragukan ialah menganggap bahwa bahwa hipotesis itu tidak benar adalah sama sekali, jadi berisi kosong. hipotesis nol ini lazim digunakan oleh para peneliti-peneliti ilmu-ilmu sosial. 

3) Hipotesis statistik yang menyatakan hasil observasi tentang populasi (manusia atau benda) dalam bentuk kuantitatif. suatau hipotesis dapat terdiri atas lebih dari dua variabel yang dapat dicari ragam hubungan dan kovariansnya.

Menurut pendapat lain yang dimaksud hipotesis nihil atau nol (Ho) yaitu hipotesis yang menyatakan adanya hubungan atau korelasi ubah-ubahan penelitian atau menyatakan adanya perbedaan pada kelompok-kelompok yang berlainan dalam penelitian, sedangkan hipotesis alternatif atau hipotesis kerja (Hi) yaitu hipotesis yang menyatakan adanya hubungan atau korelasi ubah-ubahan penelitian atau menyatakan adanya perbedaan pada kelompok yang berlainan dalam penelitian. dan uji statistik adalah menerima  Hi yang berarti menolak Ho atau sebaliknya. rumusan hipotesis dapat dinyatakan sebagai Hi atau Ho. akan tetapi pada umumnya peneliti cenderung merumuskan hipotesis sebagai H.

Fungsi hipotesis yang utama adalah membuka kemungkinan untuk menguji kebenaran teori. perlu kita ketahui bahwa dari suatu hipotesis dapat berkembang suatu teori sehingga didapat suatu kesimpulan bahwa ada sesuatu kemungkinan teori pada mulanya berasal dari suatu hipotesis dapat merupakan dorongan untuk menentukan atau menciptakan teori. 

walaupun diturunkan dari teorri ada kalanya terjadi kebalikannya.  denan adanya hipotesis peneliti akan menguji kebenarannya dengan percobaan-percobaan yang tentunya akan memperluas wawasan tentang sesuatu. jadi pada intinya, fungsi hipotesis itu adalah menguji kebenaran tentang suatu teori, memberi ide-ide untuk mengembangkan suatu teori serta menambah wawasan pengetahuan kita tentang segala sesuatu yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi kita semua.


Merumuskan Masalah Penelitian sangat Penting

Mencari Masalah
         Masalah yang dapat di selidiki sebenarnya tak terbatas jumlahnya. namun seseorang calon peneliti sering mengalami kesulitan untuk menemukan masalah yang cocok baginya. masalah ddapt dipilihi berdasarkan pertimbangan pribadi dan praktis, misalnya :
  • Apakah masalah itu sesuatu yang baru serta menimbulkan rasa ingin tahu pada peneliti ?
  • Apakah masalah itu sesuai dengan jurusan, kemampuan dan latar belakang pendidikannnya ?
  • Apakah masalah memerlukan alat-alat khusus dan kondisi kerja yang dapat dipenuhi oleh calon ?
  • Apakah metode tertentu dapat dikumpulkan data yang diperlukan?
  • Apakah peneliti dapat menanggung segala biayanya ?
  • Apakah peneliti dapat menyelesaikan dalam waktu yang tersedia ?
        Selain kriteria di atas ada lagi kriteria yang bersifat ilmiah yang perlu diperhatikan, yang pada pokoknya mensyaratkan agar masalah penelitian itu memberi sumbangan kepada perkembangan pengetahuan antara lain :
 a. Masalah itu hendaknya bertalian dengan konsep-konsep yang pokok atau hubungan antara konsep-konsep yang pokok.

b. Masalah itu henddaknya mengembangkan atau memperluas cara-cara mentes suatu teori.

c, Masalah memberi sumbangan kepada pengembangan metodologi penelitian dengan menemukan alat, teknik, atau metode baru.

d. Masalah itu hendaknya memanfaatkan konsep-konsep, teori, atau data dan teknik dari disiplin yang bertalian.

e. Masalah itu hendaknya dituangkan dalam desain yang cermat dengan uraian yang teliti mengenai variabel-variabel serta menggunakan metode - metode yang paling serasi.

masalah tidak sama dengan topik. topik itu tak perlu panjang lebar, cukup singkat yang dicantumkan sebagai judul penelitian.

Merumuskan Masalah
Setiap penelitian harus memiliki tujuan yang harus di capai. tujuan berhubungan erat dengan masalah yang dipilih serta analisis masalah itu. Masalah yang dirumuskan dengan jelas dan ini dapat tercapai bila kita berusaha untuk merumuskan secara spesifik. misalnya masalah "Pengaruh Metode Mengajar terhadap sikap anak" masih terlampau umum dan karena itu samar-samar. 

Masalah tersebut akan lebih jelas bila "Pengaruh Metode Mengajar-Belajar dengan modul terhadap sikap kerjasama antar murid".

Kesalahan Dalam Perumusan mAsalah
1. Terlampau Luas
2. terlampau sempit
3. masalah mengandung emosi, prasangka atau unsur-unsur yang tak ilmiah.

Pengolahan Masalah
a. Analisis Masalah : suatu masalah perlu dianalisis dalam jumlah bagian atau sub masalah yang dapat dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan atau pertanyaan. 

b. Pembatasan Masalah : Analisis masalah juga membatasi ruang lingkup masalah. di samping itu masih perlu dinyatakan secara khusus batas-batas masalah agar penelitian lebih terarah.

c. Kedudukan Masalah : Jika tentang itu telah ada dilakukan penelitian sebelumnya, kita wajib mempelajari melalui bacaan.
d. Corak Penelitian : perlu diketahui tentang corak penelitian kita apakah bersifat deskriptif, survey, case study, eksperimen atau kombinasi berbagai jenis penelitian itu.

e. Asumsi-Asumsi : tiap penelitian memerlukan asumsi-asumsi, yang diterima sebagai suatu yang benar tanpa pembuktian, geometri Euclides misalnya menerima asumsi bahwa garis paling pendek antara dua titik adalah garis lurus. atas dasar itulah dibangun seluruh geometri Euclides.

f. Pentingnya Penelitian : penelitian dilakukan sebab di rasa penting dan ada maknanya, baik bersifat teoritis maupun praktik.

g. Istilah-Istilah : dalam keseluruhan penelitian istilah harus digunakan dengan arti yang sama. menggunakan istilah-istilah tertentu dengan makna yang berbeda-beda dapat menimbulkan kesalahpahaman.

demikian semoga bermanfaat baca juga tentang Hipotesis klik disini

Desain Penelitian Ilmiah Populer

Ada beberapa bentuk desain penelitian diantaranya adalah desain survey, case study, dan eksperimen.
Desain Survey
Suatu penelitian survey atau survey bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang orang yang jumlahnya besar, dengan cara mewawancarai sejumlah kecil dari populasi itu. survey dapat digunakan dalam penelitian yang bersifat eksploratif, deskriptif, maupun eksperimental.

Mutu Survey antara lain tergantung pada :
1. jumlah orang yang dijadikan sampel.
2. taraf hingga mana sampel itu representatif, artinya mewakili kelompok yang diselidiki.
3. tingkat kepercayaan informasi yang diperoleh dari sampel itu.

Jadi soal sampling yakni mewakili sejumlah terbatas dari kelompok yang diselidiki itu, sangat penting dalam survey. untuk itu perlu diadakan sampling menurut cara tertentu. untuk memperoleh keterangan dapat digunakan kuisioner atau angket, wawancara, observasi langsung atau kombinasi teknik-teknik pengumpulan data itu dapat diuji kebenaran atau hipotesis tertentu.

kebaikan desain survey :
  1. Dalam survey biasanya dilibatkan sejumlah besar orang untuk mencapai generalisasi atau kesimpulan yang bersifat umum yang dapat dipertanggungjawabkan. perlu diusahakan agar sampel itu benar-benar mewakili keseluruhan kelompok yang diselidiki.
  2. Dalam survey dapat digunakan berbagai teknik pengumpulan data seperti angket, wawancara, dan observasi menurut pilihan peneliti.
  3. Dalam survey sering tampil masalah-masalah yang sebelumnya tidak diketahui atau diduga, sehingga sekaligus bersifat eksploratoris.
  4. Dengan survey peneliti dapat membenarkan atau menolak teori tertentu.
  5. Biaya survey relatif murah ditinjau dari besarnya jumlah orang yang memberi informasi.
Kelemahan desain survey :
  1. Survey biasanya meneliti pendapat atau perasaan populasi yang tidak mendalam, apalagi bila digunakan angket.
  2. pendapat populasi yang disurvey  antara lain mengenai soal-soal yang mengandung unsur emosi dan politik, seperti pendapat, mudah berubah-ubah dalam jangka waktu singkat.
  3. tidak ada jaminan bahwa angket dijawab oleh sluruh sampel.

Desain Case Study

case study adalah bentuk penelitian yang mendalam tentang suatu aspek lingkungan sosial termasuk manusia didalamnya. case study dapat dilakukan terhadap seorang individu, sekelompok individu (misalnya suatu keluarga), segolongan manusia (guru, suku komering), lingkungan hidup manusia (desa, sektor kota) atau lembaga sosial (perkawinan-perceraian). case study dapat mengenai perkembangan sesuatu (misalnya pengaruh didirikannya pabrik di daerah pedesaan), dapat pula memberi gambaran tentang keadaan yang ada.

Bahan untuk case study dapat diperoleh dari sumber-sumber seperti laporan hasil pengamatan, catatan pribadi, kitab harian atau biografi orang yang diselidiki, laporan atau keterangan dari orang yang banyak tahu tentang hal itu.

Kelebihan  :
  1. Dengan Case study dapat diselidiki setiap aspek kehidupan sosial, kecuali bila rintangannya yang tak dapat diatasi.
  2. case study dapat digunakan untuk meneliti setiap aspek spesifikasi dari suatu topik atau keadaan sosial secara mendalam.
  3. dapat digunakan berbagai cara pengumpulan data seperti observasi, wawancara, angket, study dokumenter dan alat pengumpulan data lainnya.
  4. dapat menguji kebenaran teori.
  5. dapat dilakukan dengan biaya yang rendah.
kekurangan :
  1. kemungkinan untuk mencapai generalisasi sangat terbatas.
  2. keberatan lain bahwa case study memakan waktu yang lebih banyak dibandingkan dengan survey 
Desain Eksperimen 
Dalam suatu eksperimen kita ingin meneliti pengaruh variabel tertentu terhadap suatu kelompok dalam kondisi yang dikontrol secara ketat. dalam desian eksperimen terdapat dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yaitu kelompok variabel-varibel tertentu misalanya latihan. disamping itu ada pula kelompok kontrol. yaitu kelompok yang tidak dipengaruhi oleh variabel-variabe itu, misalnya tidak tidak diberi latihan itu.
 Baca Juga Cara Merumuskan Masalah KLIK DISINI http://www.stiq-annur.ac.id/2016/05/merumuskan-masalah-penelitian-sangat.html

Ilmu Pengetahuan dan Nilai-Nilai

        Melanjutkan tulisan terdahulu tentang penelitian ilmiah populer maka saya akan coba membahas tentang ilmu pengetahuan dan nilai-nilai. ilmu pengetahuan tidak bertanya apakah penelitian menghasilkan sesuatu yang indah, bagus, layak, atau baik dalam arti etis. ilmu pengetahuan lepas dari penilaian etis. Tujuannya adalah untuk mencari menunjukkan atau membuktikan adanya hubungan antara fakta dan teori.

        Namun ilmuwan sendiri secara pribadi tak dapat tiada turut terlibat dalam penilaian etis tentang penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan sendiri juga dapat merugikan bahkan memusnahkan manusia, contohnya bom nuklir dan bom atom. 

Ilmuwan sebagai manusia dapat merasa mempunyai tanggung jawab moral andaikan penemuan ilmiah di salah gunakan untuk maksud-maksud destruktif. Akan tetapi hal itu mengenai penggunaan ilmu pengetahuan, bukan sebagai metode ilmu pengetahuan itu sendiri.

        Dalam pilihan suatu masalah, seorang calon penliti juga tidak lepas dari pertimbangan apakah topik yang diselidikinya secara moral dapat di terima oleh masyarakat. apa yang pantas atau tidak pantas  bagi suatu masyarakat tentu tergantung pada norma-norma dalam masyarakat itu. ilmu pengetahuan harus bersikap obyektif, lepas dari norma-norma. namun dalam kenyataan sukar dikesampingkan pertimbangan etika atau moral.

       Ilmu pengetahuan didasarkan atas asumsi-asumsi yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. asumsi ini terletak dalam bidang filsafat, khususnya epistemology. asumsi ini menentukan validitas pengetahuan umat manusia. contohnya asumsi dasar itu adalah, dunia itu ada, kita dapat mengenal dunia ini, kita kenal dunia melalui alat indra kita, dan gejala-gejala mempunyai hubungan kausal.

       Nilai-nilai yang terkandung dalam ilmu pengetahuan dapat kita sebut : kejujuran, kesediaan mengakui yang salah mengutamakan kebenaran di atas harga diri, mencari ilmu untuk dipersembahkan kepad umum, tanpa keuntungan pribadi, kebebasan dalam meneliti dan menyebarkan ilmu agar manusia lebih banyak tahu tentang dirinya dan dunia tempat dia hidup. 

ada kemungkinan bahwa nilai-nilai ilmu pengetahuan bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat. pada hakikatnya ilmu pengetahuan mencari kebenaran dengan data empiris. nilai-nilai masyarakat yang didasarkan atas takhayul, tradisi atau prasangka mungkin dibantah oleh hasil penelitian ilmiah.

Baca Juga Tentang Desain Penelitian klik di sini http://www.stiq-annur.ac.id/2016/05/desain-penelitian-ilmiah-populer.html

Penelitian Ilmiah Populer

    Penelitian Ilmiah adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan metode dan prinsip-prinsip science, yaitu sistematis dan eksak, atau menggunakan metode penelitian di mana suatu hipotesis yang dirumuskan setelah dikumpulkan data obyektif secara seistematis, dites secara emppiris. science selalu empiris, yaitu didasarkan atas data yang diperoleh melalui observasi. science bersifat sisetmatis dan mencba melihat sejumlah observasi kompleksdalam hubungan yang logis.

untuk melihat keseluruhan dunia kenyataan science membuat teori-teori yang dapat memberi pegangan untuk memahami dunia sekitar. science itu obyektif, menjauhi aspek-aspek yang subyektif. karena itu pula kegiatan ilmiah itu sendiri tidak mencampurkan dengan nilai-nilai etis.

     science tidak bertanya apakah obyek penelitian itu baik atau buruk. ilmu pengetahuan atau science hanya mencoba memahaminya dan menjelaskannya dengan meneliti prinsip-prinsip dan hakikat oleh obyek penyelidikannya.

      Ada masanya pada waktu lampau dimana orang mengatakan bahwa penlitian ilmiah, seperti yang dilakukan dalam ilmu-ilmu pengetahuan alam tidak dapat dilakukan terhadap gejala-gejala sosial. dikatakan bahwa kelakuan manusia senantiasa berubah-ubah, sehingga tidak dapat diramalkan secara ilmiah dan tepat. kelakuan manusia terlampau kompleks sehingga sukar diklasifikasikan secara ketat. juga dianggap bahwa sukar diadakan pengamatan yang obyektif tentang kelakuan manusia. selain itu dianggap manusia itu unik, lain daripada setiap manusialainnya.

      Pada saat sekarang orang tidak lagi mempertentangkan metode penelitian dalam ilmu pengetahuan alam dengan sosial. ilmu-ilmu sosial juga mengembangkan teknik-teknik kuantitatif, mencari alat-alat ukur yang makin tepat dan halus. mengembangkan konsep-konsep dan teori-teori serta hipotesisnya secara empiris. akhirnya pada dasarnya tidak lagi dilihat perbedaan dalam dasar-dasar penelitian ilmu sosial dengan ilmu-ilmu lainnya.

     namun ilmu sosial tidak dapat membuat percobaan seleluasa ilmu-ilmu alam, misalnya mengadakan percobaan sekaligus dengan ratusan manusia dalam kondisi-kondisi yang dapat diatur dan dikuasai, atau menanggulangi percobaan sesuka hati peneliti. biologi dapat melakukan dengan tanaman.

Baca Juga Tentang Ilmu Pengetahuan dan Nilai-Nilai Klik disini http://www.stiq-annur.ac.id/2016/05/ilmu-pengetahuan-dan-nilai-nilai.html